Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Desember 2009

Syarat -Syarat Bagi yang Berlatih



Kata ’’bu’’ dari budo (seni bela diri) ditulis dengan huruf Cina bermakna ’’menghentikan’’ dalam sebuah huruf yang menyerupai dua kapak menyilang yang berarti untuk menghentikan pertentangan. Sejak karate sebagai suatu budo, arti ini harus dipertimbangkan dalam-dalam, dan tinju seharusnya tidak boleh dipakai sembarangan.

Masa muda adalah kekuatan dan keadilan. Kekuatan dirangsang oleh bu (seni bela diri) dan itu bisa menjadi hal yang baik atau kadang-kadang perbuatan jahat. Dengan demikian jika karate-do diikuti dengan benar, maka akan membentuk watak seseorang dan dia akan membela keadilan. Tetapi jika digunakan untuk tujuan jahat, maka hal itu akan merugikan masyarakat dan akan bertentangan dengan kemanusiaan.

Kekerasan digunakan sebagai sebuah pilihan akhir dimana rasa kemanusiaan dan keadilan sudah tidak mampu mengatasi, tetapi jika tinju digunakan sembarangan tanpa pertimbangan, maka yang orang yang menggunakannya akan kehilangan rasa hormat dari orang lain dan memberikan keburukan baginya, ketika dia melakukan tindakan seperti orang barbar. Kebanyakan pemuda yang bersemangat tinggi pada umumnya cenderung berbicara dan bertindak dengan tergesa-gesa, karena itu kehati-hatian sangatlah penting.

Seseorang harus memiliki kehormatan tanpa kekejaman. Seni bela diri harus memberikan seseorang akan hal ini. Seni bela diri akan mencegah seseorang untuk bertindak ceroboh yang tidak ada gunanya dan memberi kesulitan bagi orang lain. Ahli bela diri dan orang suci bisa kelihatan seperti orang dungu, jika mereka dengan congkaknya menyatakan kepada dunia bahwa mereka adalah murid pemula atau ahli bela diri.

Bertahan pada hal ini berarti kemunduran; mereka yang berpikir telah mempelajari segalanya dan menjadi pembual yang sombong memamerkan jasa mereka setelah belajar gerakan beberapa kata dan mendapatkan ketangkasan pada gerakan fisik mereka, adalah tidak pantas untuk disebut sebagai orang yang serius berlatih dalam seni bela diri.

Dikatakan bahwa seekor cacingpun setiap inci panjang tubuhnya mempunyai nyawa yang hampir satu inci pula. Dengan demikian seseorang yang terus berlatih untuk mendapatkan kemampuan dalam karate, harus lebih berhati-hati dengan tiap perkataannya. Sekali lagi, dikatakan bahwa semakin tinggi pohon, semakin kuat anginnya. Tapi apakah setiap pohon mampu bertahan melawan angin ? Sama dengan orang yang berlatih karate-do, harus menimbang sikap yang baik dan penuh kerendahan sebagai kebajikan yang tertinggi.

Mencius berkata, ’’Ketika langit (baca : Tuhan) ingin memberikan hal yang baik kepada seseorang, pertama-tama dia akan memberi sakit kepada hati orang itu; menyebabkan dia menggunakan tulang dan ototnya; membuat badannya menderita kelaparan; memberi kemiskinan dan mempermalukan dia. Dalam hal ini akan membangkitkan kemauannya, memperkuat sikapnya dan selanjutnya dia mampu menyelesaikan apa yang sebelumnya dia tidak sanggup menyelesaikannya.’’

Seorang laki-laki harus kesatria dan tidak pernah mengancam; mengalahkan tapi tidak pernah merendahkan; tidak ada tanda-tanda ketidakpantasan di tempat tinggalnya; tidak pernah ada keterpaksaan dalam kebiasaanya; sekalipun satu kesalahan kecil saja ditegur, tidak akan menuduh siapapun. Demikianlah kekuatan kemauannya.
Seorang laki-laki harus berpikiran luas dan berkeinginan kuat. Tanggung jawabnya akan berat, dan jalan yang ditempuhnya amatlah panjang. Jadikan kebajikan sebagai tugas sepanjang hidup. Ini benar-benar sebuah tugas yang sangat penting. Ini adalah usaha sepanjang hidup, benar-benar perjalanan yang sangat panjang.

Orang biasa akan menarik pedangnya ketika situasi yang menggelikan dan akan bertarung dengan mempertaruhkan hidupnya. Seorang yang luar biasa tidak akan terganggu sekalipun tiba-tiba berhadapan dengan kejadian genting yang tidak terduga, juga tidak akan marah ketika menemukan dirinya dalam situasi yang tidak dikehendakinya, dan ini karena dia mempunyai kebesaran hati dan cita-citanya yang tinggi.

Delapan pokok yang penting dalam karate :
- Pikiran sama dengan bumi dan langit.
- Irama peredaran tubuh adalah mirip dengan bulan dan matahari.
- Aturan termasuk kekerasan dan kelembutan.
- Bertindak sesuai dengan perubahan dan waktu.
- Teknik akan keluar ketika masalah sudah ditemukan.
- "Ma" membutuhkan memajukan dan memundurkan, mempertemukan dan memisahkan.
- Mata tetap waspada sekalipun pandangan berubah.
- Telinga mendengarkan dengan baik kesemua arah.

Karena itu Aku berkata : Kenali dirimu dan lawanmu; dalam seratus pertarungan kau tidak akan dalam bahaya.
Ketika kau abaikan lawanmu tapi kau kenali dirimu, kesempatanmu untuk menang atau kalah adalah sama saja.
Jika kau abaikan baik dirimu dan lawanmu, maka kau membahayakan dirimu dalam setiap pertarungan.
Untuk mendapat seratus kemenangan dalam seratus pertarungan bukanlah kemampuan yang tertinggi. Untuk menaklukkan lawan tanpa bertarung adalah kemampuan yang tertinggi.

Ketika burung pemangsa akan menyerang, mereka terbang rendah tanpa melebarkan sayapnya. Ketika hewan buas hendak menyerang, mereka merunduk rendah dengan telinganya dekat kekepalanya. Serupa, dengan orang bijak ketika akan bertindak, dia selalu terlihat lemah.

Lin Hung Nien berkata, sebuah batu tanpa air didalamnya adalah keras. Sebuah batu tanpa air didalamnya adalah padat. Jika sebuah tubuh keras dalamnya (hatinya) dan padat (kaku) luarnya, bagaimana bisa ditembus ? Jika sesuatu telah membuka, selanjutnya sesuatu itu akan diisi. Jika sesuatu memiliki setitik rongga, maka setitik air akan mengisinya.

Seperti diterjemahkan kembali dari ’’Maxims for the Trainee’’,Gichin Funakoshi, Karate-do Kyohan, Kodansha International.

Berlatih Karate yang Ideal Diterjemahkan dengan bebas dari buku Hirokazu Kanazawa berjudul Black Belt Karate – The Intensive Course pada pendahuluan


Diterjemahkan dengan bebas dari buku Hirokazu Kanazawa berjudul Black Belt Karate – The Intensive Course pada pendahuluan dengan judul “Training Twice a Week is the Ideal Schedule.”


Sebelum mulai berlatih karate adalah sangat penting menentukan tujuan yang ingin kau raih. Barangkali keputusanmu mulai berlatih karate adalah demi mengejar kekuatan, atau keindahan–dalam beberapa hal kau harus menentukan sasaranmu.

Bagi mereka yang ingin meraih sabuk hitam dalam setahun, sangatlah perlu untuk benar-benar memfokuskan tenaga dan melakukan usaha yang penuh dengan komitmen, menyisihkan satu atau dua jam sehari untuk berlatih hari ini dan keesokan harinya.

Bila tujuanmu untuk memperoleh pikiran yang tenang dan damai lewat latihan karate, maka aku tidak akan menganjurkan pendekatan yang terburu-buru, cukup menggunakan waktu dua kali seminggu untuk berlatih. Melalui tujuan meraih ketenangan jiwa, kau akan mampu (di kemudian hari) menyadari telah berhasil meraih kekuatan, dan hasilnya dapat memberikan kasih sayang pada sesama dengan porsi yang lebih besar.

Namun apapun alasannya, hal yang penting adalah bagaimana kau sanggup berlatih berulang kali, dengan menggunakan jadwal rutin yang sesuai dengan irama fisik dan kepribadianmu. Apalagi, kekuatan yang sejati dari manusia memang terletak pada semangat dan ketekunan yang sungguh-sungguh.

Ada banyak orang yang begitu tekun berlatih karate saat di dalam dojo, namun saat memasuki kehidupan orang dewasa mereka menyerah sebab merasa menjadi terlalu sibuk. Meski demikian, jika kau sudah mempersiapkan diri menata pikiranmu sejak awal berlatih, bukan mustahil menyingkirkan halangan semacam itu. Pertama dan yang paling penting, adalah perlunya mempercayai bahwa berlatih karate dengan berkelanjutan akan memberikan kehidupan dan kesehatan untuk waktu yang lebih lama, dan jelas memberikan pengaruh yang positif dalam hidupmu. Dengan demikian sangatlah penting kau membuat komitmen untuk terus berlatih sepanjang waktu.

Diantara banyak orang yang berlatih di dojo pusatku – Shotokan Karate International (SKI) – ada sebagian peserta dengan usia separuh baya yang tentunya seumur dengan instruktur senior yang telah berlatih karate dalam waktu yang lama. Bahkan beberapa dari mereka 30 sampai 40 tahun silam pernah menjadi anggota klub karate di dojo universitas. Mereka datang dan berlatih di dojoku sebab sebagai seorang instruktur, tentunya tidak layak bagi mereka jika berlatih di dojonya sendiri.

Ada juga ibu rumah tangga yang hadir di dojoku. Awalnya para ibu ini hanya mendaftarkan anak-anak mereka yang dirasakan terlalu bandel. Mereka tidak cukup mampu dan merasa puas dalam mendidik anak-anaknya. Namun saat mereka melihat peningkatan dan perubahan yang dialami pada anak-anak mereka, para ibu ini menjadi penasaran dengan alasan dibalik perbaikan tingkah laku anak-anak mereka. Dan selanjutnya mereka memutuskan untuk mencoba merasakan sendiri berlatih karate.

Satu kenyataan yang membuat diriku merasa bangga dan bersyukur adalah para instruktur SKI, baik di dalam dalam luar Jepang, masih tetap aktif dan sehat meskipun usia mereka sudah memasuki 60 tahun.

Umumnya orang menilai bahwa karate adalah aktivitas yang melelahkan. Mereka juga percaya bahwa seiring usia yang bertambah tua maka karate tidak akan mungkin lagi dikerjakan. Namun mereka tidak menyadari bahwa latihan karate sebenarnya tidak menuntut alasan yang rumit dan tidak masuk akal.

Lebih jauh, bagi orang-orang yang mengetahui bahwa fisik mereka mudah lelah, berlatih dua kali seminggu memberikan tingkat yang ideal untuk memulihkan kelelahan. Jika kau menekan dirimu sendiri dengan berlatih 3 – 4 kali seminggu hanya demi meningkatkan kekuatan, usaha ekstra itu jelas akan menyebabkan kelelahan. Walaupun hal itu bisa diredakan dengan kebiasaan, metode pernapasan dan gerak badan untuk menghilangkan kelelahan yang berlebihan.

Dengan porsi latihan karate yang sesuai, adalah mungkin menghilangkan semua bentuk rasa lelah, termasuk lelah badan, otot yang tegang, pikiran yang lelah dan kelesuan mental dan fisik. Latihan yang ideal adalah dua kali seminggu. Jika tujuanmu demi meningkatkan kesehatanmu, maka dua kali seminggu adalah jumlah yang sesuai. Karena latihan karate satu minggu satu kali tentu saja tidak cukup.